Tanah Andhi Pramono Seluas 5.911 Satuan Pengukuran Persegi Disita KPK

Tanah Andhi Pramono Seluas 5.911 Satuan Pengukuran Persegi Disita KPK

Todaynusantara.com – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan aset mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono. Penyitaan dipimpin Kasatgas Pengelola Barang Bukti Ahmad Budi Ariyanto.

Dalam penyitaan tersebut, lembaga antirasuah menyita tiga bidang tanah yang dimaksud berlokasi dalam Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Wilayah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. “Ada 3 lokasi tanah dengan luas keseluruhan mencapai 5.911 meter persegi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Mulai Pekan (18/3/2024).

Tanah Andhi Pramono Seluas 5.911 Satuan Pengukuran Persegi Disita KPK

Sebelum penyitaan tersebut, KPK sudah menyita aset Andhi Pramono lainnya.

1. Satu bidang tanah beserta bangunan dengan luas 840 Satuan Pengukuran persegi, yang digunakan berlokasi di area Kompleks Grand Summit at Southlinks, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Pusat Kota Batam;

2. Satu bidang tanah beserta bangunan yang dimaksud berlokasi di dalam Perumahan Center View Blok A No. 32 Perkotaan Batam;

3. Satu bidang tanah seluas 1.674 M2 yang digunakan berlokasi di tempat Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa, Pusat Kota Batam;

4. 14 unit ruko yang digunakan berlokasi di tempat Tanjung Pinang.

Ali menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penelusuran aset Andhi Pramono yang tersebut diduga terkait dengan dugaan perbuatan pidana pencucian uang (TPPU). “Penelusuran aset-aset lain hingga pada waktu ini masih dijalankan dengan mengandeng kemudian melibatkan peran bergerak dari Tim Aset Tracing dari Direktorat Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan juga Eksekusi KPK,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Andhi Pramono (AP) dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara dugaan penerimaan gratifikasi dan juga aktivitas pidana pencucian uang (TPPU). Dalam persoalan hukum ini, Andhi diduga menerima gratifikasi Rp28 miliar dari para importir pada waktu masih menjabat di area Ditjen Bea Cukai.

Baca Juga:  Eks Kepala Bea Cukai DIY Eko Darmanto Diduga Terima Gratifikasi Rp18 Miliar Selama 14 Tahun

Uang yang dimaksud didapat dari menjadi broker atau perantara para importir. Uang gratifikasi Rp28 miliar itu dikumpulkan dari hasil gratifikasi selama 10 tahun sejak 2012 hingga 2022.

Andhi diduga menghimpun uang yang disebutkan lewat orang kepercayaannya yang digunakan merupakan para pelaku bisnis ekspor impor. Andhi diduga menerima fee agar pelaku bisnis mendapatkan kemudahan pada mengurus izin ekspor impor di area Bea Cukai.

error: Content is protected !!