Surat Panggilan Kedua Telah Dilayangkan, Firli Bahuri Diperiksa Rabu Pekan Depan dalam Bareskrim Polri

Surat Panggilan Kedua Telah Dilayangkan, Firli Bahuri Diperiksa Rabu Pekan Depan pada Bareskrim Polri

Todaynusantara.com – Polda Metro Jaya telah dilakukan melayangkan surat panggilan kedua terhadap Firli Bahuri untuk diperiksa sebagai terperiksa tindakan hukum pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo alias SYL pada Kamis (21/12/2023).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak menyampaikan surat panggilan kedua yang dimaksud sudah diterima Firli pukul 20.10 Waktu Indonesia Barat hari ini. Dalam surat panggilan yang disebutkan Firli diminta hadir untuk diperiksa di area Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Ibukota Selatan pada Rabu, 27 Desember 2023 pekan depan.

“Pada hari Rabu, tanggal 27 Desember 2023 pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat di dalam ruang pemeriksaan Dittipidkor Bareskrim Polri,” kata Ade terhadap wartawan, Kamis malam.

Pemeriksaan terhadap Firli harus berlangsung pada hari ini. Namun Firli memohonkan ditunda dengan alasan ada kegiatan yang tersebut tak bisa jadi ditinggalkan.

Ade menilai alasan permohonan penundaan pemeriksaan yang disebutkan bukan patut diterima. Sehingga penyidik memutuskan untuk melayangkan surat panggilan kedua.

“Penyidik menilai bahwa alasan yang disampaikan pada surat yang dimaksud dinilai bukanlah merupakan alasan yang patut kemudian wajar,” ujarnya.

Adapun pemeriksaan terhadap Firli, menurut Ade dijalankan kembali dengan tujuan untuk mengajukan permohonan keterangan terkait seluruh harta bendanya. Kemudian juga menggali terkait harta benda milik istri, anak, serta keluarganya.

“Di mana penyidik memperoleh fakta baru adanya aset lain/harta benda yang mana tidaklah dilaporkan pada LHKPN kemudian belum diterangkan oleh terdakwa FB pada berita acara pemeriksaan,” ungkapnya.

Jemput Paksa

Dalam kesempatan lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto sebelumnya juga menegaskan akan melakukan upaya jemput paksa apabila Firli kembali mangkir dari panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai dituduh perkara pemerasan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL.

Baca Juga:  Haris Azhar kemudian Fatia Divonis Bebas, Hakim: Lord Luhut Bukan Penghinaan

Menurut Karyoto wewenang dilakukannya upaya jemput paksa ini sebagaimana diatur di Pasal 112 KUHP.

“Kalau itu (panggilan kedua) bukan diindahkan, pasti kita pergi dari surat perintah penangkapan,” jelas Karyoto di tempat Monas, DKI Jakarta Pusat, Kamis (21/12) pagi.

(Sumber: Suara.com)

error: Content is protected !!